PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung
Maslahat Tradisi & Inovasi

Khutbah Jum’ah: Memantapkan Iman di Bulan Sya’ban

اَلْحَمْدُ لله على نعمه فى شهر شعبان, الذى جعلنا من المسلمين الكاملين, وأمرنا باتباع سبيل المؤمنين, وأشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الحق المبين وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصادق الوعد الأمين, اللهم صَلَّى عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى أله وَصَحْبِهِ أجمعين, وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أما بعد-
 أوصيكم ونفسى بتقوى الله, وكونوا من المؤمنين الصادقين,

وَقَالَ تَعاَلَى:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيم

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah di bulan Sya’ban ini kita bersama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menghadirkan hati kita kehadirat-Nya, atau berusaha selalu menghadiri berbagai panggilan dan kewajiban dari-Nya. Serta senantiasa berperilaku sebagaimana Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, tentunya dengan penuh hikmat, khusyu’ dan ikhlas menjalaninya.
Diantara balasan bagi orang yang bertaqwa adalah senantiasa mendapatkan petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk dan dapat pula membedakan antara yang bermanfaat dan mudlarat sebagaimana dijanjikan oleh Allah swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Artinya: Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia
Bila manusia senantiasa membekali diri dengan taqwa kepada Allah maka ia akan senantiasa dapat memelihara dirinya dari segala macam perbuatan tercela yang menyimpang dari ketentuan syari’at Allah, yang dapat mencelakakan dirinya dan pada akhirnya dan pada akhirnya akan menjerumuskan ke jurang kesengsaraan dan kehancuran. Ia tidak akan mudah terbujuk dan terjerat rayuan dan godaan setan, serta tidak akan mudah terpengaruh oleh kerusakan zaman dan tidak mudah terlena gemerlap dan kemewahan dunia. Ia akan senantiasa dapat memfilter dan selanjutnya dapat membuang hal-hal yang berakibat buruk, tidak menguntungkan dan sia-sia, dan ia akan memilih segala sesuatu yang bermanfaat.

Orang yang bertaqwa akan senantiasa mengisi lembaran-lembaran hidupnya dengan hal-hal yang bermanfaat. Tipe orang yang bertaqwa adalah tipe orang sederhana dalam hidup, gemar melakukan amal soleh dan senantiasa menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulya. Mereka sadar, bahwa segala apa yang dianugerahkan oleh Allah dan dimilikinya tidak akan membawa manfaat, bila segala sesuatu yang ia miliki itu, baik itu ilmu, harta, pangkat bahkan ibadah yang dijalankan dan lain-lain tidak dilandasi taqwa kepada Allah swt.

Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa seorang dari kaum Bani Israil telah mengumpulkan buku sebanyak 80 peti yang berisi ilmu, namun tidak bermanfaat baginya, maka Allah memberi wahyu kepada Nabi mereka agar menasehati orang tersebut:

لَوْ جَمَعْتَ كَثِيْرًا مِنَ الْعِلْمِ لَمْ يَنْفَعْكَ اِلاَّ اَنْ تَعْمَل بِثَلاَثةِ اَشْياءٍ: لاَ تُحِبُّ الدُّنْيا فَلَيْسَتْ بِدارِ لمُؤْمِنِيْنَاْ وَلا تُصا حبِ الشَّيْطا نَ فَلَيْس بِرَ فِيْقِ ا ْلمُؤْمِنِيْنَ ولا تؤ ذِى اَحَدًا فَلَيْس بِحِرْفَةِ اْلمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Rasulullah saw pernah berkata walaupun engkau mengumpulkan ilmu lebih banyak, niscaya tidak akan bermanfaat kepadamu selain kamu mengerjakan tiga perkara: 1. janganlah kamu mencintai dunia karena dunia itu bukanlah balasan bagi orang-orang mukmin, 2. janganlah kamu berteman dengan setan karena dia bukan teman-teman mukmin, 3. dan janganlah kamu menyakiti seseorang karena hal itu bukanlah perbuatan orang-orang mukmin.

Oleh karena itu bila kita menginginkan ilmu yang telah kita pelajari bermanfaat, baik bagi diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, maka hendaknya meninggalkan tiga perkara tadi yaitu tidak terlalu mencintai dunia, tidak berteman dengan setan dan tidak menyakiti hati orang lain
Demikianlah khotbah singkat kali ini, semoga kita semua senantiasa dapat mengamalkan berbagai ilmu kita sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

 

Tagged with:    

About the author /


1 Komentar

  1. Ahsin Burhan

    Khutbahnya mantap, panjang dan timingnya pas. Mohon ijin ikut kami sampaikan di kalangan muslimin di lingkungan kami. Jazaakumullahu ahsanal jaza’, Amien.

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 8 = 1